do not copas





do not copas





do not copas





Total Tayangan Halaman

Total Tayangan Halaman

Total Tayangan Halaman

Rabu, 30 April 2014

Im'ma Shawty 2

Tittle : Im’ma Shawty
Author : Fazira Nurliyan Sari
Length : Per Chapter
Chapter : 2
Main Cast : Justin Bieber
                     Bella Thorne
                     Alison Angelica
                     Madison Elle Beer, etc
 






Chapter 2

HAPPY READING!!!!!!!!!!





***



“hun, come upstair c’mon!! Justin on NET TV rn” teriak mom.
Aku bergegas mengganti bajuku dengan baju khas seorang beliebers yaitu baju ungu dengan membawa salah satu foto bieber ku keatas.
“I’ll see u there xoxo” ucapku lalu ku cium poster kesayanganku itu.
Tak lama Never Say Never pun diputar!!
“hi mom, its my prince !! u saw it?? I saw it?? What a handsome he was” ucapku
Entahlah mungkin kedengarannya gila. Mom memandangku aneh namun aku bersikap acuh padanya seolah tak memperdulikannya dan hanya focus pada layar tv besar milik ayahku itu.
“he start to sing “One Time’ mom. I can’t breathe omfg!! I love his voice” ucapku seraya bernyanyi dan berteriak tak karuan layaknya sedang menonton konser sungguhan. Aku tak peduli apakah mom terganggu akan suaraku.
Ku lakukan hal itu hingga film pun usai.

***



*Bella’s pov on aka Maddison Mommy*

“apa kau bilang?? Kita akan pindah ke New York? Untuk apa?? Bukankah itu hanya akan membuang uangmu dear” ucapku
“aku tau itu. Namun ini tuntutan pekerjaanku. Ya, kau tau bila tak kulakukan hal ini aku akan turun pangkat sebagai pegawai biasa pada perusahaan dan sungguh sulit untuk mendapatkannya kembali” ucapnya dari balik telepon
“ ya tapi-‘ ucapanku terpotong olehnya
“ku jemput kalian di bandara nanti malam jam 8. Cepatlah packing baju bajumu” ucapnya lalu menutup telepon.
Ku lihat Madison menatapku penuh selidik.
“janggan menatapku seperti itu” ucapku
“im sorry mom” ucapnya seraya menundukkan kepalanya
“uhm. Boleh ku Tanya sesuatu?” tanyanya
“tentu” jawabku singkat
“apa itu dari daddy? Dan ku dengar kita akan ke New York” ucapnya
“ya kau benar. Aku tak tahu apa yang sedang dipikirkan ayahmu itu sehingga membuat kita seringkali berpindah rumah” ucapku
“apa ayah tak bisa menundanya? Ya kau tau aku baru saja disini dan tak lama akan ku tinggalkan juga’ ucapnya
“sudahlah cepat packing baju baju mu dan bangunkan Alison” ucapku

*Bella’s POV OFF*


***



Author POV

Madison melangkahkan kaki mungilnya ke kamar kesayangannya.
Ia tak tahu apa yang ingin ia lakukan. Ia hanya merasa tak ingin meninggalkan Kansas ini.

*Madison POV*

huh, lagi lagi Alison tidur di ranjangku!! Ini sungguh menyebalkan.
“huh kiranya baru 2 bulan kemarin semenjak ayah dari Canada dan ke kansas dan baru saja membeli rumah mewah ini. Dan sebentar lagi aku akan meninggalkannya -_-“batinku seraya melirik foto keluargaku yang terpajang pada dinding dinding kamrku itu.
“kau piker sudah berapa banyak uang yang kau hamburkan? Bahkan aku sebagai putrimu saja tak tahu berapa banyak rumah yang sudah kau beli dan itu secara Cuma Cuma. Untung saja gajimu besar, bila tidak, bisa bisa miskin keluarga kita hanya karma kau terus memikirkan bisnis mu itu” ucapku

Ku lirik poster Bieber kesayanganku.
“Don’t worry babe, aku tak kan lupa membawamu bersamaku nanti” ucapku melingkarkan senyum dikedua pipiku

Ku lihat Alison masih tertidur, parah sekali ini sudah sore dan ia belum terbangun. Menyusahkanku saja.

“heh!! Bangunlah ini sudah sore. Macam beruang yang sedang berhibernasi saja!! Pantas saja selama ini berat badanmu selalu naik. Dasar beruang gendut. Hahaha” ucapku seraya mentertawai kakakku itu
“huh aku dengar itu bodoh!! Kau kira aku tak mendengar semua ucapanmu itu huh” ucapnya yang langsung bangun dari tidurnya.
“dan siapa yang kau panggil beruang gendut huh!!” tanyanya
“tentu saja kau. Seenaknya saja tidur di ranjangku.” Omelku
“dulu ini ranjangku bodoh!!” ucapnya tak terima pada perkataanku.
“ya itu kan dulu. Sekarang itu milikku dank au tak berhak memakainya!!” ucapku
“kalau kau tak suka tidur saja diluar. Jangan menggangguku!!” ucapnya
“seharusnya kau lah yang minggir. Ini kamarku kau tak boleh seenaknya mengotorinya begitu saja. Lagian nanti malam aku tak ingin tidur de dekatmu. Aku akan ke Australia. Kau tau tempat yang jauh diluar sana dan bisa ku pastikan kau takkan ku ajak” ucapku senang
“Haha!! Terus saja bermimpi. Jangan menggodaku maddy. Kau tak pintar melawak!!” ucapnya
“aku tak menggodamu. Untuk apa aku menggoda kakakku sendiri. Apa kau gila?!! Aku tak bohong. Terserah kau saja” ucapku mengalah

“kau mau kemana huh” tanyaku saat ku lihat Alison ingin keluar dari kamarku
“aku lapar. Aku ingin makan sesuatu. Bisa kau buatkanku omelet atau apa terserah kau saja” ucanya
“dasar beruang gendut. Sudah ku sindir masih saja ingin makan. Kau sudah besar. Buatlah sendiri makananmu. Seenaknya saja menyuruhku, kau piker aku pembantu di rumah ini huh” ucapku
“kau piker selama 12 jam dikamar tak membuatmu lapar huh” ucapnya
“ya itu terserah kau saja. Bisa ku pastikan kau tak akan muat saat masuk pesawat nanti” ledekku
:kau piker aku segendut itu huh” ucapnya
“sudahlah aku sedang tak ingin bertengkar denganmu” ucapku saat ku lihat Alison ingin membuka pintu kamar milikku.
Ku lihat ada mom dibalik sana.

***


*Alison POV*

‘oh hi mom, kau tau Madison bermimpi lagi dan ia barusaja menceritakannya padaku” ucapku
“sudah ku bilang itu bukan mimpi!!!!!! Kaulah yang bermimpi” sahut Madison dari belakang
“diam kau!!” bentakku
“mimpi seperti apa?” Tanya mom
“dia bilang bahwa kami akan ke Australia. Sungguh lucu bukan? Haha” ledekku
“sudahlah! Kita memang berencana pergi kesana nanti malam jam8. Lebih baik sekarang kau Bantu adikmu packing baju.” Ucap mom dan berlalu.

“nah, sekarang kau dengar bukan! Sudah ku bilang aku tak bohong. Sekarang lebih baik kau packing baju bajuku. Awas saja bila semuanya lusuh. Takkan ku ampuni kau” ucapnya
“kau ini sungguh adik yang menyebalkan. Kau kan bisa mengemasi pakaianmu sendiri. Lagipula kau sudah besar” elakku
“na na na. kau dengar perintah mom tadi kan” ucapnya berusaha mengingatkanku
“sudahlah. Mana saja yang akan kau bawa berikan kemari akan ku rapikan’ ucapku malas
“ini. Ini. Ini. Ini. Ini. Dan ini” ucapnya sambil melempar pakaian nya ke arahku
“kau ini sungguh manja” ucapku
“biarlah” ucapnya mengeluarkan lidahnya
“hi maddy.berhubung aku yang mengemasi baju baju mu. Kau tau aku sangat lapar. Bisa kau buatkan aku makanan atau semacamnya?” perintahku
“tidak” ucapnya singkat seraya memainkan iphone nya.
“ya sudah. Kemaslah bajumu sendiri” ucapku ingin berlalu bermaksud ingin mengerjai adik ku itu.
“eh eh. Iya iya akan ku buatkan. Kau ini sungguh merepotkan” ucapnya dengan nada malas
‘haha” tawaku
“kau ini mengerjaiku ya?!!” tanyanya
“yak au tau, baju ini takkan bisa membalik sendiri. Dan untuk mengerjakan ini aku perlu tenaga. Kau tau kan aku sedang lemah? Maka cepatlah kau buatkan ku makanan!! Kau ini banyak Tanya saja” ucapku
“huh. Kalau aku bisa, aku akan lakukan sendiri tanpa bantuanmu!!” ucapnya
“sudahlah kau ingin bajumu ceoat ku kemas atau tidak?!!!” ucapku membentak Madison ya karma perutku sudah tak bisa di ajak kompromi.

*Alison POV OFF*

25 Minutes later..

*Madison POV ON*

“kau lama sekali huh. Cepatlah aku sudah lapar!!” teriak kakakku Alison
“kau ini tidak sabaran sekali. Kalau tak mau menunggu lama, buatlah sendiri. Kau ini aneh, sudah tau aku tak bisa memasak, malah kau suruh aku memasakkan untukmu huh” ucapku

***

“ini makananmu” ucapku seraya menyodorkan omelet yang ku buat pada Alison
“huh apa ini, kau membuatnya gosong!! Aku tak mau memakannya. Pasti tak enak.” Ucapnya
“kau mau atau tidak. Sudah susah susah ku buat malah tak kau makan. “ ucapku kesal
“kau makan saja lah omeletmu ini!! Aku ingin membuatnya sendiri” ucapnya lalu pergi meninggalkanku menuju dapur
“kalau tau begitu aku tak akan mau kau suruh masak lagi” batinku

***


“hmm” Alison mendesis
“lihatlah omelet ku, pasti akan sangat lezat tak seperti omelet gosongmu itu” ucapnya
“terserah kau saja. Bisakah kau cepat selesaikan makanmu? Kau belum mengemasi baju baju ku” ucapku
“kau kemas saja sendiiri. Lagi pula kau gagal membuatkanku omelet. “ ucapnya sekenanya

Aku sungguh geram . aku ingin marah, namun kuurungkan niatku kali ini untuk memarahi Alison.

“aku tak ingin ikut ke Australia. Aku akan tetap disini” ucapku sekenanya lalu berlari menuju kamar dan bersembunyi dibalik selimut.

*Madison POV OFF*

***

Ku rasa ia marah padaku. Ah tidak mungkin, sebelumnya ia kan tak pernah melakukan itu.
Ku selesaikan makanku lalu ke kamar Madison untuk memeriksanya apakah ia baik baik saja.
Tadinya aku hanya bercanda namun yang kulihat sekarang di luar dugaanku.
Ku lihat maddison menangis, oh aku benci pemandangan ini.

*Alison POV ON*

“hi sweetie apa kau sedang menangis” tanyaku pelan
Pertanyaanku bahkan tak digubris olehnya
“oh im sorry if I did. Aku hanya bercanda. Kau tau aku sering melakukan hal ini, kau juga sering mengerjaiku bukan??” ucapku
“tidak. Kau berlebihan. Kau piker tidak lelah membuatkanmu omelet, lihatlah tanganku terluka terkena percikan minyak sewaktu aku memasak untukmu tadi” ucapnya menunjukkan jari telunjuknya
“dank au malah tak menghargai makananku, terlebih lagi kau tak menghargai usahaku dan tak mau mengemasi pakaian ku” ucapnya masih menangis
Ku lihat sungai kecil masih mengalir dipipinya
“baiklah aku minta maaf. Aku akan mengemasi pakaian mu sekarang. Jangan menangis” ucapku menenangkan adik kecilku ini
Bagaimana bila mom tahu kalau Madison ku buat menangis?? Untung saja mom sedang tidur sehingga ia tak mendengar pembicaraan kami. Terlebih lagi rumah ini sangat luas, kemungkinan kecil untung seseorang menguping pembicaraan kami.

***



Holla!!! Ini chapter ke 2 IMMA SHAWTY, sorry cerita gue absurd banget. Dan please deh ya jangan copas oke!! Ini murnii dari otak saya. Maklumin kalau ceritanya semakin ga jelas hehe kritik saran dong. Makasi udah mau baca!!! :D
Sorry gue lanjut lama banget soalnya 5 hari lagi gue bakalan ujian. Sipp doain gue lulus dengan nilai maksimal yaps
Thx btw.


Hehe

Rabu, 16 April 2014

Im'ma Shawty 1

I’mma Shawty

Tittle : I’mma shawty
 Author : Fazira Nurliyan Sari
Main Cast : Madison Elle Beer
                     Austin Mahone
                     Justin Bieber, etc
Lenght : per chapter


ini just dreaming baruku, fanfic sih sebenernya, ini kutulis berdasarkan pengalaman ku dan kebanyakan imajinasinya hehe
happy reading guys!!
please jgn copas gue mohon mwahh:*


 Rasanya sudah lama sekali aku disini, aku merenung menatap panggung pentas seni yang megah ini. Sesekali tersenyum menyapa teman-teman.
Kuputar lagu “Baby” dari penyanyi yang namanya takkan lelah ku sebut. Penyanyi yang sangat kukagumi sedari aku masih duduk dibangku SD itu.
Sungguh aku tak bosan menatap wajahnya meskipun itu hanya sekedar foto yang terpajang di dinding-dinding kamarku.
Saat ia mengibaskan rambutnya seolah tak ada yang mampu untuk menyadarkanku dari pikiran ini.
Aku tak peduli ia terlahir dari mana dan siapa?
Bahkan aku tak peduli tentang latar belakangnya sebagai artis youtube. Hanya saja … “ ucapanku terpotong oleh miss Victoria yang meneriakiku
“kenapa kamu hanya duduk duduk saja disitu bukannya membantu teman-temanmu. Pentas ini takkan berjalan sempurna tanpa kamu” ucapnya
Aku tersentuh, sebegitu pentingnyakah aku? Haha
“I’m sorry sir, I just..” ucapanku terpotong olehnya
‘jangan bilang kau menghayal tentang Justin beiber lagi” katanya
“Justin bieber” ucapku menegaskan kalimat miss Victoria
Memang kelihatannya tak sopan hanya saja aku tak terima calon suamiku nanti itu disebut dengan nama yang salah. *over pede gue lol*
“aku tak peduli siapa namanya, sebaiknya sekarang kau Bantu mereka” ucapnya
“baiklah miss” ucapku

Aku bangkit dan kuputuskan untuk membantu teman temanku menghias pangggung yang akan kugunakan nanti.
“memangnya tak ada orang lain apa? Sampai aku harus mengerjakan ini. It sucks” gerutuku
Aku merasa tak enak pada tenggorokanku, “semoga ini tak berlangsung lama” ucapku dalam hati.
Ku lihat Ibu Victoria berjalan menuju kearahku.
“Madison, its time to make over. Follow me” ucapnya
Aku masuk keruang make up. Shitt semua terlihat cantik
“Hi cutie, Kau ingin memakai baju yang mana?” ucap miss fara menatapku sambil menyodorkan 5 macam outfit untuk kupakai.
Namun semua itu bukan seleraku.
“terserah kau saja miss” ucapku begitu karena aku sama sekali tak mengerti akan trend baju saat ini. Aku takut mereka akan mentertawakanku.
“ku rasa kau akan cocok mengenakan outfit purple ini dengan hotpants seperti ini. Ini sesuai dengan tema lagu yang kau angkat” katanya
“tapi itu terlalu pendek untukku. Aku tak mungkin mengenakannya miss” ucapku polos
Seisi ruangan yang mendengar ucapanku hanya melongo ;)
“dammit. Aku tak suka pemandangan ini” ucapku dalam hati menahan malu
“is she serious she don’t know how to use her outfit? Lol” bisik salah satu orang diruangan tersebut diiringi tawa ringan mereka.

“follow me” ucap miss fara
Aku hanya mengikuti perkataannya. Ia membawaku keruangan pribadinya.
“so?” tanyaku
“lemme wanna act u like a girl now” ucapnya
“thx btw” balasku
“pakailah ini, kau akan terbiasa” ucapnya meyakinkanku sambil menyodorkan outfit purple tadi.
“tapi..” ucapanku terpotong olehnya
“please just do it for me” ucapnya
Ku pakai baju pemberian miss fara. Astaga ini terlau ketat bahkan untuk menutupi pusarku saja tak bisa, bahkan celana yang kupakai panjangnya tak lebih dari 7cm diatas lutut.
“perfect” ucapnya
Aku berusaha menarik baju yang kukenakan itu supaya sedikit menutupi pusarku yang terbuka namun itu sama saja.
“stop!!! Jangan kau tarik seperti itu, kau akan merobeknya Madison” katanya kesal
“aku tak nyaman miss” elakkku
“sudahlah kau akan terbiasa nanti” ucapnya menenangkanku
“lalu?” tanyaku
“pakailah high heels ini, itu akan membuatmu sexy. Lagi pula ini hanya sepanjang 7cm.
“sepanjang ini? Apa kau gila ? bisa bisa aku jatuh tersungkur saat memakainya nanti” ucapku kesal
Miss fara melotot ke arahku.
“I’m sorry miss, I just.. oh whatever” ucapku
“be honest, is that you never use high heels sweetie?” tanyanya
“never..” ucapku
Miss fara tersentak kaget mendengar ucapanku.
Mungkin kedengarannya sangat lucu, gadis berumur 16 tahun terlahir dari salah satu orang terpandang di amerika tak tahu cara mengenakan high heels.
“teach me” ucapku
“okay” jawabnya
“first, berusahalah untuk tetap tegap saat berjalan. Jangan membungkuk!!!” ucapnya
“its so damn easy” jawabku
“then, bersikap sewajarnya saat berjalan jangan terlalu cepat. Itu akan membuatmu terlihat sebagai bad girl!!! Dan jangan memaksa untuk menarik baju hanya sekedar untuk menutupi pusarmu. Kau akan merusaknya!! Be nice!!” ucapnya sedikit menekankan pada kalimat terakhir.

***

“now its time to Madison Elle Beer perform!!” ucap miss Victoria dari atas panggung lau melirik kearahku.
“good luck princess” ucap miss fara menyemangatiku.

Aku berjalan menuju panggung. Bisa kurasakan mereka sedang membicarakan tentang cara berjalanku yang sungguh aneh ini.
“oh..kurasa ini takkan berjalan baik” ucapku
Akhirnya aku sampai diatas panggung. Aku terdiam termenung, bahkan aku lupa bahwa aku akan membawakan sebuah lagu.
“mom lihat, orang itu ke atas panggung tapi ia tak bisa bernyanyi dan terlihat kuno” ucap adik austin salah satu teman sekelasku itu.
Aku berusaha mengilangkan rasa gugupku itu tapi gugup malah semakin mewabah.
“huuuuuuuuuuuuu” ku dengar suara penonton yang kecewa lantaran aku sibuk memikirkan baju yg kukenakan dan tak focus pada pertunjukan.
Aku pun mulai bernyanyi membawakan lagu miley cyrus – stay




Well its good to hear your voice
I hope you’re doing fine
And if you ever wonder I’m lonely here tonight
Lost here in this moment
And times keep slipping by
And if I could have just one wish I’d have you by my side

Ooh I miss you
Ooh I need you

And I love you more than I did before
And if today I don’t see your face
Nothing;s changed, no one can take your place
It gets harder everyday

Say you love me more than you did before
And I;m sorry its this way
But I;m coming home I’ll be coming home
And if you ask me I will stay, I will stay

Well I try to live without you
The tears fall from my eyes
I;m alone and I feel empty
God I’m torn apart inside

I look up the stars
Hoping your doing the same
Somehow I feel closer and I can hear you say

Ooh I miss you
Ooh I need you

Say you love me more than you did before
And I;m sorry its this way
But I;m coming home I’ll be coming home
And if you ask me I will stay, I will stay

I never wanna loose you
And if I had to I would choose you
So stay, please always stay
You’re the one that I hold onto
Cause my heart would stop without you

And I love you more than I did before
And if today I don’t see your face
Nothing;s changed, no one can take your place
It gets harder everyday

Say you love me more than you did before
And I;m sorry its this way
But I;m coming home I’ll be coming home
And if you ask me I will stay, I will stay

Say you love me more than you did before
And I;m sorry its this way
But I;m coming home I’ll be coming home
And if you ask me I will stay, I will stay

Ku selesaikan lagu yang kubawakan tersebut entah aku tak tahu apakah mereka menyukainya atau tidak.
Tiba tiba saja mereka memberi tepuk tangan padaku. Aku merasa lega mereka menyukaiku.
Austin datang memberiku karangan bunga mawar, aku sangat menyukainya. Walau begitu rasa cintaku lebih besar kepada Justin Bieber.
Aku pulang dan beristirahat.

***

Udara pagi yang sejuk begitu saja masuk dari ventilasi kamarku.
Ku dengarkan lagi lagu Justin bieber. Aku tak pernah bosan mendengarkan lagunya.
Ku putar lagu One less Lonely Girl milik Justin dari iphone ku.
Aku membayangkan seandainya aku yang ada diatas panggung tersebut. Bersama Justin, memakai flower crown dan menerima karangan bunga pemberian Justin itu.
Sampai kapan aku akan bermimpi seperti ini, ku rasa selamanya. Ku cium poster bergambarkan Justin satu persatu yang terpajang dikamarku itu.
“Aku tak lelah menciumimu setiap hari bieber meskipun itu hanya foto” gerutuku
Ponselku bergetar, kulihat tertera nama ariana.
“bangun sweetie ini sudah pagi.. pasti kau sedang menciumi poster justinmu itu benarkan? Haha. Aku kagum pada aksimu semalam sudah 1000 viewers yang melihatnya. Great!!!” ucapnya
“1000 viewers? Maksud lo?” tanyaku heran
“semalem Austin upload video lo semalem dan itu keren banget dan kabarnya sih lo masuk grammy awe” jawabnya
“serius lo?? Awe” balasku
“iya, ciyehh bentar lagi bakal jadi artis dongg” ucapnya
“belum tentu juga keless, udahlah gue mau mandi dulu” jawabku
aku pun mandi, entah aku tak tahu apa ariana benar bilang begitu, atau hanya sekedar prank???!!! Oh whatever

***


Akankah Madison Elle Beer jadi famous youtube? Nantikan kelanjutannya yaa. Do not copas please