Tittle : Im’ma Shawty
Author : Fazira Nurliyan Sari
Length : Per Chapter
Chapter : 2
Main Cast : Justin Bieber
Bella Thorne
Alison Angelica
Madison Elle Beer, etc
Chapter 2
HAPPY READING!!!!!!!!!!
***
“hun, come upstair c’mon!! Justin on NET TV rn” teriak mom.
Aku bergegas mengganti bajuku dengan baju khas seorang beliebers yaitu baju ungu dengan membawa salah satu foto bieber ku keatas.
“I’ll see u there xoxo” ucapku lalu ku cium poster kesayanganku itu.
Tak lama Never Say Never pun diputar!!
“hi mom, its my prince !! u saw it?? I saw it?? What a handsome he was” ucapku
Entahlah mungkin kedengarannya gila. Mom memandangku aneh namun aku bersikap acuh padanya seolah tak memperdulikannya dan hanya focus pada layar tv besar milik ayahku itu.
“he start to sing “One Time’ mom. I can’t breathe omfg!! I love his voice” ucapku seraya bernyanyi dan berteriak tak karuan layaknya sedang menonton konser sungguhan. Aku tak peduli apakah mom terganggu akan suaraku.
Ku lakukan hal itu hingga film pun usai.
***
*Bella’s pov on aka Maddison Mommy*
“apa kau bilang?? Kita akan pindah ke New York? Untuk apa?? Bukankah itu hanya akan membuang uangmu dear” ucapku
“aku tau itu. Namun ini tuntutan pekerjaanku. Ya, kau tau bila tak kulakukan hal ini aku akan turun pangkat sebagai pegawai biasa pada perusahaan dan sungguh sulit untuk mendapatkannya kembali” ucapnya dari balik telepon
“ ya tapi-‘ ucapanku terpotong olehnya
“ku jemput kalian di bandara nanti malam jam 8. Cepatlah packing baju bajumu” ucapnya lalu menutup telepon.
Ku lihat Madison menatapku penuh selidik.
“janggan menatapku seperti itu” ucapku
“im sorry mom” ucapnya seraya menundukkan kepalanya
“uhm. Boleh ku Tanya sesuatu?” tanyanya
“tentu” jawabku singkat
“apa itu dari daddy? Dan ku dengar kita akan ke New York” ucapnya
“ya kau benar. Aku tak tahu apa yang sedang dipikirkan ayahmu itu sehingga membuat kita seringkali berpindah rumah” ucapku
“apa ayah tak bisa menundanya? Ya kau tau aku baru saja disini dan tak lama akan ku tinggalkan juga’ ucapnya
“sudahlah cepat packing baju baju mu dan bangunkan Alison” ucapku
*Bella’s POV OFF*
***
Author POV
Madison melangkahkan kaki mungilnya ke kamar kesayangannya.
Ia tak tahu apa yang ingin ia lakukan. Ia hanya merasa tak ingin meninggalkan Kansas ini.
*Madison POV*
huh, lagi lagi Alison tidur di ranjangku!! Ini sungguh menyebalkan.
“huh kiranya baru 2 bulan kemarin semenjak ayah dari Canada dan ke kansas dan baru saja membeli rumah mewah ini. Dan sebentar lagi aku akan meninggalkannya -_-“batinku seraya melirik foto keluargaku yang terpajang pada dinding dinding kamrku itu.
“kau piker sudah berapa banyak uang yang kau hamburkan? Bahkan aku sebagai putrimu saja tak tahu berapa banyak rumah yang sudah kau beli dan itu secara Cuma Cuma. Untung saja gajimu besar, bila tidak, bisa bisa miskin keluarga kita hanya karma kau terus memikirkan bisnis mu itu” ucapku
Ku lirik poster Bieber kesayanganku.
“Don’t worry babe, aku tak kan lupa membawamu bersamaku nanti” ucapku melingkarkan senyum dikedua pipiku
Ku lihat Alison masih tertidur, parah sekali ini sudah sore dan ia belum terbangun. Menyusahkanku saja.
“heh!! Bangunlah ini sudah sore. Macam beruang yang sedang berhibernasi saja!! Pantas saja selama ini berat badanmu selalu naik. Dasar beruang gendut. Hahaha” ucapku seraya mentertawai kakakku itu
“huh aku dengar itu bodoh!! Kau kira aku tak mendengar semua ucapanmu itu huh” ucapnya yang langsung bangun dari tidurnya.
“dan siapa yang kau panggil beruang gendut huh!!” tanyanya
“tentu saja kau. Seenaknya saja tidur di ranjangku.” Omelku
“dulu ini ranjangku bodoh!!” ucapnya tak terima pada perkataanku.
“ya itu kan dulu. Sekarang itu milikku dank au tak berhak memakainya!!” ucapku
“kalau kau tak suka tidur saja diluar. Jangan menggangguku!!” ucapnya
“seharusnya kau lah yang minggir. Ini kamarku kau tak boleh seenaknya mengotorinya begitu saja. Lagian nanti malam aku tak ingin tidur de dekatmu. Aku akan ke Australia. Kau tau tempat yang jauh diluar sana dan bisa ku pastikan kau takkan ku ajak” ucapku senang
“Haha!! Terus saja bermimpi. Jangan menggodaku maddy. Kau tak pintar melawak!!” ucapnya
“aku tak menggodamu. Untuk apa aku menggoda kakakku sendiri. Apa kau gila?!! Aku tak bohong. Terserah kau saja” ucapku mengalah
“kau mau kemana huh” tanyaku saat ku lihat Alison ingin keluar dari kamarku
“aku lapar. Aku ingin makan sesuatu. Bisa kau buatkanku omelet atau apa terserah kau saja” ucanya
“dasar beruang gendut. Sudah ku sindir masih saja ingin makan. Kau sudah besar. Buatlah sendiri makananmu. Seenaknya saja menyuruhku, kau piker aku pembantu di rumah ini huh” ucapku
“kau piker selama 12 jam dikamar tak membuatmu lapar huh” ucapnya
“ya itu terserah kau saja. Bisa ku pastikan kau tak akan muat saat masuk pesawat nanti” ledekku
:kau piker aku segendut itu huh” ucapnya
“sudahlah aku sedang tak ingin bertengkar denganmu” ucapku saat ku lihat Alison ingin membuka pintu kamar milikku.
Ku lihat ada mom dibalik sana.
***
*Alison POV*
‘oh hi mom, kau tau Madison bermimpi lagi dan ia barusaja menceritakannya padaku” ucapku
“sudah ku bilang itu bukan mimpi!!!!!! Kaulah yang bermimpi” sahut Madison dari belakang
“diam kau!!” bentakku
“mimpi seperti apa?” Tanya mom
“dia bilang bahwa kami akan ke Australia. Sungguh lucu bukan? Haha” ledekku
“sudahlah! Kita memang berencana pergi kesana nanti malam jam8. Lebih baik sekarang kau Bantu adikmu packing baju.” Ucap mom dan berlalu.
“nah, sekarang kau dengar bukan! Sudah ku bilang aku tak bohong. Sekarang lebih baik kau packing baju bajuku. Awas saja bila semuanya lusuh. Takkan ku ampuni kau” ucapnya
“kau ini sungguh adik yang menyebalkan. Kau kan bisa mengemasi pakaianmu sendiri. Lagipula kau sudah besar” elakku
“na na na. kau dengar perintah mom tadi kan” ucapnya berusaha mengingatkanku
“sudahlah. Mana saja yang akan kau bawa berikan kemari akan ku rapikan’ ucapku malas
“ini. Ini. Ini. Ini. Ini. Dan ini” ucapnya sambil melempar pakaian nya ke arahku
“kau ini sungguh manja” ucapku
“biarlah” ucapnya mengeluarkan lidahnya
“hi maddy.berhubung aku yang mengemasi baju baju mu. Kau tau aku sangat lapar. Bisa kau buatkan aku makanan atau semacamnya?” perintahku
“tidak” ucapnya singkat seraya memainkan iphone nya.
“ya sudah. Kemaslah bajumu sendiri” ucapku ingin berlalu bermaksud ingin mengerjai adik ku itu.
“eh eh. Iya iya akan ku buatkan. Kau ini sungguh merepotkan” ucapnya dengan nada malas
‘haha” tawaku
“kau ini mengerjaiku ya?!!” tanyanya
“yak au tau, baju ini takkan bisa membalik sendiri. Dan untuk mengerjakan ini aku perlu tenaga. Kau tau kan aku sedang lemah? Maka cepatlah kau buatkan ku makanan!! Kau ini banyak Tanya saja” ucapku
“huh. Kalau aku bisa, aku akan lakukan sendiri tanpa bantuanmu!!” ucapnya
“sudahlah kau ingin bajumu ceoat ku kemas atau tidak?!!!” ucapku membentak Madison ya karma perutku sudah tak bisa di ajak kompromi.
*Alison POV OFF*
25 Minutes later..
*Madison POV ON*
“kau lama sekali huh. Cepatlah aku sudah lapar!!” teriak kakakku Alison
“kau ini tidak sabaran sekali. Kalau tak mau menunggu lama, buatlah sendiri. Kau ini aneh, sudah tau aku tak bisa memasak, malah kau suruh aku memasakkan untukmu huh” ucapku
***
“ini makananmu” ucapku seraya menyodorkan omelet yang ku buat pada Alison
“huh apa ini, kau membuatnya gosong!! Aku tak mau memakannya. Pasti tak enak.” Ucapnya
“kau mau atau tidak. Sudah susah susah ku buat malah tak kau makan. “ ucapku kesal
“kau makan saja lah omeletmu ini!! Aku ingin membuatnya sendiri” ucapnya lalu pergi meninggalkanku menuju dapur
“kalau tau begitu aku tak akan mau kau suruh masak lagi” batinku
***
“hmm” Alison mendesis
“lihatlah omelet ku, pasti akan sangat lezat tak seperti omelet gosongmu itu” ucapnya
“terserah kau saja. Bisakah kau cepat selesaikan makanmu? Kau belum mengemasi baju baju ku” ucapku
“kau kemas saja sendiiri. Lagi pula kau gagal membuatkanku omelet. “ ucapnya sekenanya
Aku sungguh geram . aku ingin marah, namun kuurungkan niatku kali ini untuk memarahi Alison.
“aku tak ingin ikut ke Australia. Aku akan tetap disini” ucapku sekenanya lalu berlari menuju kamar dan bersembunyi dibalik selimut.
*Madison POV OFF*
***
Ku rasa ia marah padaku. Ah tidak mungkin, sebelumnya ia kan tak pernah melakukan itu.
Ku selesaikan makanku lalu ke kamar Madison untuk memeriksanya apakah ia baik baik saja.
Tadinya aku hanya bercanda namun yang kulihat sekarang di luar dugaanku.
Ku lihat maddison menangis, oh aku benci pemandangan ini.
*Alison POV ON*
“hi sweetie apa kau sedang menangis” tanyaku pelan
Pertanyaanku bahkan tak digubris olehnya
“oh im sorry if I did. Aku hanya bercanda. Kau tau aku sering melakukan hal ini, kau juga sering mengerjaiku bukan??” ucapku
“tidak. Kau berlebihan. Kau piker tidak lelah membuatkanmu omelet, lihatlah tanganku terluka terkena percikan minyak sewaktu aku memasak untukmu tadi” ucapnya menunjukkan jari telunjuknya
“dank au malah tak menghargai makananku, terlebih lagi kau tak menghargai usahaku dan tak mau mengemasi pakaian ku” ucapnya masih menangis
Ku lihat sungai kecil masih mengalir dipipinya
“baiklah aku minta maaf. Aku akan mengemasi pakaian mu sekarang. Jangan menangis” ucapku menenangkan adik kecilku ini
Bagaimana bila mom tahu kalau Madison ku buat menangis?? Untung saja mom sedang tidur sehingga ia tak mendengar pembicaraan kami. Terlebih lagi rumah ini sangat luas, kemungkinan kecil untung seseorang menguping pembicaraan kami.
***
Holla!!! Ini chapter ke 2 IMMA SHAWTY, sorry cerita gue absurd banget. Dan please deh ya jangan copas oke!! Ini murnii dari otak saya. Maklumin kalau ceritanya semakin ga jelas hehe kritik saran dong. Makasi udah mau baca!!! :D
Sorry gue lanjut lama banget soalnya 5 hari lagi gue bakalan ujian. Sipp doain gue lulus dengan nilai maksimal yaps
Thx btw.
Hehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar